Soal Kenaikan Hasil Cukai Tembakau, Ini Kata Direktur Independen HM Sampoerna

05 Oct 2016
303 times
Yos Adiguna Ginting, Direktur Independen HM Sampoerna (Foto:ppksampoerna.com) Yos Adiguna Ginting, Direktur Independen HM Sampoerna (Foto:ppksampoerna.com)

Jakarta, Flores Today – Direktur Independen PT Hajaya Mandala (HM) Sampoerna Tbk Yos Adiguna Ginting angkat bicara soal upaya pemerintah menaikkan hasil cukai tembakau dan harga rokok awal tahun 2017 mendatang.

Ginting mengatakan, konsumsi rokok tidak akan turun serta-merta dengan menaikkan tarif cukai hasil tembakau.

Malah menurutnya, dengan harga rokok yang lebih mahal konsumen akan berpindah mencari rokok-rokok alternatif atau rokok dengan pita cukai ilegal.

“Cukai adalah instrumen untuk pengendali konsumsi. Tetapi, cukai yang tidak diformulasikan dengan baik, tanpa penegakan rokok ilegal yang kuat, maka konsumennya hanya akan lari dari rokok resmi ke rokok ilegal. Jadi, bukan turun konsumsinya,” kata Ginting seperti dilansir kompas.com, Jumat (30/9).

Karena itu, demikian Ginting, pemerintah perlu menyusun formula kenaikan tarif cukai hasil tembakau yang tepat agar instrumen pengendali konsumsi ini tepat sasarannya.

“Toh tidak ada gunanya dimahalkan, tetapi tidak turun perokoknya. Tetap merokok, tetapi justru yang tidak membayar cukai. Pemerintah kehilangan pendapatan,” imbuh Ketua Bidang Perdagangan Internasional Apindo itu.

Menurut dia, kenaikan rata-rata tertimbang 10,54 persen untuk ketiga jenis sigaret terlalu tinggi. Bahkan, pelaku usaha dari sektor industri tembakau menyarankan kenaikan tarif cukainya tidak terlalu jauh dari inflasi.

“Secara umum angka ini memberatkan, apalagi sesuai dengan laporan yang disampaikan asosiasi terkait sektor tembakau, volume penjualan tahun ini dalam tren menurun. Kami tentu khawatir kenaikan cukai ini memperburuk sektor ini,” kata Ginting.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, mulai tahun 2017 mendatang pemerintah pusat akan menaikkan cukai tembakau dan harga rokok di Indonesia. Keputusan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Mentri Keuangan (PMK) No. 147/PMK.010/2016.

Pasalnya, kenaikan ini dilakukan untuk mengendalikan produksi, tenaga kerja, rokok ilegal, dan penerimaan cukai. Pemerintah juga menaikkan harga jual eceran (HJE) dengan rata-rata 12,26 persen.

Pemerintah akan melakukan kenaikan tarif cukai tertinggi sebesar 13,46 persen.Prosentase ini untuk jenis hasil tembakau Sigaret Putih Mesin (SPM). Sedangkan tarif cukai untuk hasil tembakau Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan IIIB akan menempati posisi terendah yaitu 0 persen, dengan kenaikan rata-rata tertimbang 10,54 persen. (Editor: Ardy)

Sumber: kompas.com

Rate this item
(0 votes)

NewsLine is a full functional magazine news for Entertainment, Sports, Food website. Here you can get the latest news from the whole world quickly.

Kontak Info

Flores Today

Jl. Reklamasi No 8 Kampung Ujung, Labuan Bajo,
Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.
Telp: +6238541736
Email: admin@florestoday.com / florestodaynews@gmail.com

Photo Gallery