Sulap Lahan Jadi Sawah, Petani di Buntal Bangga dengan TNI

05 Oct 2016
254 times
Dandim Kodim 1612 Manggarai Letkol Czi Hartanto Dwi Priono dan Wabup Matim Agas Andreas saat hadir dalam acara penanaman padi serempak di Buntal, Selasa (27/9) Dandim Kodim 1612 Manggarai Letkol Czi Hartanto Dwi Priono dan Wabup Matim Agas Andreas saat hadir dalam acara penanaman padi serempak di Buntal, Selasa (27/9)

Borong, Flores Today - Tak terbayangkan sebelumnya oleh masyarakat di dataran Buntal bisa memiliki lahan sawah. Sebab, dataran luas yang terletak di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim)- Flores, Nusa Tenggara Timur itu merupakan lahan tandus dan kering.

Selain karena tentu saja tak punya mata air terdekat, letak dataran Buntal juga berada di daerah panas yaitu di Elar bagian utara dekat dengan laut Flores.

Namun sekitar Januari 2016 ini, masyarakat di tempat ini tampak tercengang. Pasalnya, warga setempat mendapat sosialisasi dari pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) seraya menawarkan persetujuan mereka untuk membuka sawah baru di dataran dekat jalur pantai utara Flores itu.

Usai mendengar sosialisasi, tampaknya masyarakat sangat antusias dan langsung menyepakati permintaan pemerintah dan TNI saat itu.

Tak lama berselang, pemerintah menurunkan alat-alat berat seperti excavator dan sejumlah alat dan mesin pertanian (Alsintan) di lokasi. Lahan yang sebelumnya tandus dan kering kemudian disulap sekejap menjadi petak-petak sawah yang indah.

Sekitar 285 hektar telah dicetak sawah baru oleh TNI dari total target sebanyak 300 hektar. Proses percetakan dilakukan secara gratis tanpa pungut sepeser pun uang kepada petani.

Persawahan baru ini merupakan program dari Kementrian Pertanian (Kementan) RI bekerja sama dengan TNI. Dalam pelaksanaanya TNI bertanggung jawab penuh atas proses percetakan.

Melihat kondisi sawah yang telah dicetak tersebut, para petani setempat mengaku bangga dengan TNI. Apalagi sekitar setahun yang lalu pemerintah sudah mendukung dengan membangun bendungan besar membawa air menuju persawahan Buntal.

“Selama kurang lebih 12 tahun kami warga petani secara umum di dataran Buntal hanya bisa menikmati hasil dari lahan kami yaitu jagung dan ubi kayu,” aku Robertus Gadur (42) petani setempat saat hadir dalam acara penanaman padi serempat di sawah Buntal, Selasa, (27/9).

Di awal sosialisasi proses percetakan sawah, kata Gadur, dirinya ragu dengan komitmen TNI. Sebab, ia tak meyakini bahwa mereka bisa menyulap dataran tandus tersebut menjadi deretan sawah yang indah.

“Namun sekarang terjawab sudah seluruh keraguan dan kecemasan kami, yang mana Bapak Komdan Kodim 1612 Manggarai bersama jajarannya merubah lahan tidur kami menjadi sawah yang indah walau hasilnya belum kami peroleh,” katanya.

Senada dengan Gadur, Patrisius YP Nasir, Ketua Gapoktan Labuan Kelambu, Desa Golo Lijun-Elar mengaku sejauh ini belum ada gejolak penolakan dari masyarakat terkait persawahan baru tersebut.

Malah yang terjadi, kata dia, masyarakat bangga dan antusias dengan kerja keras TNI menyulap lahan mereka menjadi sawah.

“Sejauh ini cukup bagus respon masyarakat di sini. Mereka sangat bangga dengan proyek dari Kementrian Pertanian ini,” kata Nasir kepada Flores Today, Jumat 12 Agustus lalu.

Minta Petani Giat Bekerja

Staf Ahli Kasad Brigjen TNI I Made Sumantra mengatakan, untuk mendukung percetakan sawah baru itu para petani mesti giat bekerja.

Made menghimbau agar para petani segera membuat standar operasi (SOP). Hal tersebut bertujuan agar setelah diolah, sawah tersebut akan membawa manfaat besar bagi para petani sesuai target.

“Apabila sudah menghasilkan dan gabahnya bisa dijual ke Bulog. Diharapkan para petani agar lebih semangat agar luas yang satu hektar bisa menghasil 8 hingga 9 ton beras,” katanya saat mengujungi dataran Buntal, 26 Juli lalu.

Terpisah, Agas Andreas, wakil bupati Matim mengatakan, pemerintahan Joko Widodo- Yusuf Kalla telah mencanangkan program cetak sawah di seluruh wilayah Indonesia. Ini dalam rangka kesuksesan swasembada pangan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada daerah lain, khususnya kebutuhan akan beras.

Wabup Agas juga berharap kepada masyarakat petani di Buntal agar bekerja bahu membahu bersama TNI dari Kodim 1612 Manggarai dalam membangun sektor pertanian.

“Budayakan jangan terlalu banyak omong tetapi lebih banyak bekerja. Diharapkan kepada semua kelompok tani yang telah dipercayakan mendapat bantuan, maka jaga dan rawatlah semua fasilitas itu agar dipergunakan semaksimal mungkin,” ujar Agas. (Ardy)

Rate this item
(0 votes)

Flores Today Tour is a travel agency under PT Flores Today Tour based on Labuan Bajo, West Manggarai, Flores, NTT, Indonesia. We are is Tour Agent with license is ready to serve and help you travel all the way to the mainland of Flores safely.

Kontak Info

Flores Today

Jl. Reklamasi No 8 Kampung Ujung, Labuan Bajo,
Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.
Telp: +6238541736
Email: admin@florestoday.com / florestodaynews@gmail.com

Photo Gallery