Terlibat Selingkuh, Pemkab Matim Pecat Dua Pegawai

05 Oct 2016
198 times
Ilustrasi Seligkuh (Foto; Ilst) Ilustrasi Seligkuh (Foto; Ilst)

Borong, Flores Today - Kasus perselingkuhan dua pegawai di Manggarai Timur (Matim)-Flores, Nusa Tenggara Timur pada 28 Agustus 2016 malam lalu, kini berbuntut pada pemecatan.

ADA dan PG, dua pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) yang terlibat selingkuh ini sama-sama bekerja di Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Matim.

Hubungan cinta terlarang ini berhasil diketahui setelah Ferdinandus Boni, suami ADA memergoki mereka sedang berhubungan intim. Itu terjadi di rumah orang tua ADA di kampung Jati, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong.

Kasus perselingkuhan dua pegawai THL ini pun hingga saat ini sedang ditangani Polsek Borong setelah dilaporkan Ferdinandus.

Matheus Ola Beda, Sekretaris Daerah (Sekda) Matim mengatakan, pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah, telah memberhentikan dua pegawai THL di instansi tersebut. Tentu alasannya karena keduanya terbukti melakukan hubungan terlarang, yakni selingkuh.

“Kita berhentikan mereka dari pegawai THL, bukan karena benci. Tapi karena aturannya seperti itu. Keuda pegawai ini, masing-masing sudah menikah dan sudah punya anak,” ujar Beda kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (16/9).

Dia menjelaskan, sanksi pemecatan berlaku bagi seluruh pegawai THL di Matim, termasuk juga pegawai negeri sipil (PNS). Jika kasusnya terbukti dan ada laporan atau pengaduan.

Dikatakan, tidak saja karena kasus selingkuh, tapi juga kasus indisipliner. Selain itu sanksi yang diberikan sebagai komitmen pemerintah dalam menciptakan birokrasi yang bersih dengan harapan mampu meningkatkan pelayanan publik.

“Selama ini juga banyak THL yang kita berhentikan karena tidak disiplin dan juga karena selingkuh. Akibat perselingkuhan tentu imej aparatur pemerintah menjadi buruk. Padahal sebagai pelayan masyarakat, aparatur pegawai, baik THL dan PNS, seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” tutur Beda.

Dengan adanya sanksi ini, tentu para THL dan PNS, yang mungkin tengah berselingkuh sepertinya harus segera bertobat. Atau bagi yang ingin coba-coba, perlu segera membatalkan niatnya. Karena sanksi yang ada tidak lagi hanya sekadar teguran, namun akan langsung diberhentikan dengan tidak hormat.

Sementara itu, Kapolsek Borong, Kompol Eric Say Nono Yohanes kepada wartawan membenarkan bahwa pihaknya kasus ini sedang menangani kasus perselingkuhan ADA dan PG.

Namun, Nono mengakui sesuai dengan permintaan dari pelapor, Ferdinandus bahwa kasus ini akan diselesaikan secara kekeluargaan. Jika diproses secara hukum, maka dikenakan pasal perzinahan dengan ancaman penjara 9 bulan untuk kedua pelaku.
“Si pelapornya minta agar kasus ini tidak boleh diproses secara hukum. Karena mereka proses secara kekeluargaan dengan mengedepankan adat Manggarai. Jadi inikan delik aduan, sehingga kita mempersilakan mereka untuk diselesaikan secara adat yang ada,” kata Nono. (Ardy).

Rate this item
(0 votes)

NewsLine is a full functional magazine news for Entertainment, Sports, Food website. Here you can get the latest news from the whole world quickly.

Kontak Info

Flores Today

Jl. Reklamasi No 8 Kampung Ujung, Labuan Bajo,
Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.
Telp: +6238541736
Email: admin@florestoday.com / florestodaynews@gmail.com

Photo Gallery