Ketika Warga Pulau Mesa Krisis Air Bersih

06 Oct 2016
221 times
Ashari, diatas kapalnya yang setiap hari membeli air di Labuan Bajo dan menjualnya kembali untuk warga di pulau Mesa. (Foto: A. Plasidus P. Madi) Ashari, diatas kapalnya yang setiap hari membeli air di Labuan Bajo dan menjualnya kembali untuk warga di pulau Mesa. (Foto: A. Plasidus P. Madi)

Florestoday.com – Krisis air bersih yang dialami warga Pulau Mesa, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT adalah salah satu potret buram kehidupan warga yang tinggal di pulau di wilayah Flores Barat.

Ashari (50), salah seorang warga pulau Mesa kepada Flores Today, Sabtu pekan lalu, di Kampung Ujung, Labuan Bajo menuturkan, bertahun-tahun warga di pulau Mesa mengalami krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di pulau itu terpaksa harus membeli air di Kota Labuan Bajo, Ibukota Manggarai Barat.

Dia mengaku, hampir seluruh warga di pulau Mesa membeli air minum di  Labuan Bajo. Sementara untuk cuci dan kebutuhan lainnya, mereka mengambil air dari sumur yang ada di pulau itu yang mengandung kadar garam cukup tinggi.

Krisis air bersih yang dialami warga pulau Mesa membuatnya banting haluan, yaitu dari setiap hari turun mencari ikan di laut sebagai nelayan. Kemudian beralih menjadi penjual air. Sejak 10 tahun lalu, tutur  dia, telah menekuni profesi sebagai penjual air.

Dengan tangki air dan sejumlah jerigen  yang dimuat diatas perahu motor miliknya itu, Ashari setiap hari mengambil air di Labuan Bajo, untuk kemudian dijual kepada warga di pulau Mesa.

Setiap hari dengan kapasitas tangki dan jerigen yang dimilikinya, lanjut Ashari, maka hanya mampu mengangkut 8000 liter air. Lalu dijual kepada warga Rp 2.000 per jerigen ukuran 20 liter. Sementara air yang dia  dibeli dari PDAM Labuan Bajo dengan harga Rp 130.000 tangki.

“Untungnya sedikit, yaitu untuk sekali angkut dan setelah dipotong semua  biaya operasional, maka keuntungan bersih hanya Rp 300.000 saja,”katanya.

Membantu Warga

Menurut Ashari, krisis air bersih yang dialami warga pulau Mesa itu, tidaklah sekedar menjadikannya sebagai peluang usaha yang harus mengejar keuntungan bisnis semata.

Namun, dibalik itu ada rasa se-nasib dan menjadi bagian tanggungjawab pribadi, dimana  warga pulau Mesa harus bisa minum air yang layak. Meski harus melawan gelombang dan cuaca buruk sekalipun untuk bisa mendapatkan air bersih yang dibeli dari Labuan Bajo.

Menurut Ashari, suami dari Siti (45) dan ayah dari 5 orang anak itu, bahwa masalah air bersih yang dialami warga pulau Mesa adalah realitas yang dihadapi setiap hari oleh warga setempat.

Dikatakannya, bahwa air bersih adalah kebutuhan dasar yang selalu dipenuhi setiap saat. Kenapa? Karena erat kaitannya dengan masalah kesehatan. Ini sangat penting, agar warga di pulau Mesa tidak boleh sakit hanya karena tidak ada air bersih.

“Jadi meski pernah kapal motor saya terbalik lantaran menghadapi gelombang tinggi dan cuaca buruk, tetapi hal itu tidak membuat saya berhenti dari usaha ini. Sampai kapan pun, saya akan terus menggeluti usaha ini meski untungnya kecil,” ujarnya.(Dus)

Rate this item
(0 votes)

NewsLine is a full functional magazine news for Entertainment, Sports, Food website. Here you can get the latest news from the whole world quickly.

Kontak Info

Flores Today

Jl. Reklamasi No 8 Kampung Ujung, Labuan Bajo,
Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.
Telp: +6238541736
Email: admin@florestoday.com / florestodaynews@gmail.com

Photo Gallery