Rahasia Dibalik Kesenian Caci Manggarai Featured

Tari Caci khas Manggarai Tari Caci khas Manggarai (Foto. dok. Florestoday.com)

FLORESTODAY.COM, Labuan Bajo - Tari Caci adalah kesenian tradisional khas dari masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Tarian ini merupakan tarian yang dimainkan oleh dua penari laki-laki yang menari dan saling bertarung dengan menggunakan cambuk dan perisai sebagai senjatanya.

Secara pengertian, Caci dari dua kata yaitu Ca yang artinya satu. Sedangkan Ci artinya berbeda-beda menurut konteks. Contoh, ci hang berarti memberi makan secara paksa kepada orang lain. Ci pada kata Cibal berati uji kesaktian. Ci pada Caci diartikan sebagai test penampilan fisik, gerak dan busana. Kepribadian menjadi nilai yang ditonjolkan yaitu estetis dan etika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ci pada Caci berkonotasi pada tes penampilan dan kepribadian.

 

Cerita awal caci dan tahap perkembanganya

Pada masa sebelum kerajaan

Caci disebut permainan. Caci sebagai permainan, terekam dalam cerita masyarakat kolang. Di masyarakat kolang, ada seorang gadis cantik, fisik, dan sikapnya. Dia menjadi begitu terkenal, sehingga banyak pria yang menyukai dan melamarnya. Semua pelamar ditolak. Tetapi ada dua pemuda yang dilihat dari penampilan fisik, menggugah perasaan wanita.

Moses Magong/Budayawan

- Kepala Smea Swatisari kupang
- Dosen APDN jurusan Bahaha Inggris Undana
- Kepala SMKN 1 Labuan Bajo
-Perintis Kegiatan pariwisata bersama konsultan Swiscontak

 

Untuk mengukur kemampuan dan kebisaan keduanya dites dalam bentuk sebuah permainan adu ketangkasan.
Tetapi sebelum mereka beradau ketangkasan ada kesepakatan, yang menang akan mendapatkan kesempatan mempersunting wanita nancantik itu. Dinyatakan kalah apabila kena Wase Lincor. Untuk mengenang peristiwa "ketangkasan" itu, orang buat sebuah permaianan Caci.

 

Masa kerajaan: 1928, 1930 raja Alexander Baruk

Dimasa kerajaanya, caci dikemas mirip perang. Mengapa? Ada kisah rakyat khususnya di Satarmese, merampas Kaju Ala, Bajawa dan Manggarai. Perang itu dinamainya dengan perang taktik caci. Intinya perang satu lawan satu, dan menurut status. Pendekar melawan pendekar, raja lawan raja dan rakyat lawan rakyat.

Pertanyaan sekarang, mengapa caci itu dikemas dalam bentuk perang? Konon diyakini caci adalah hobi dari bangsawan Todo Pongkor yakni caci dan wonok. Caci bagi mereka itu dikemas perang supaya menyeleksi Calon kesatria, sehingga situasinya dikemas dalam perang. Caci harus menguji kesaktian.

 

Obati kerusakan pada mesin kendaraan anda di Surya Jaya Moto Bajo. Menerima antar jemput kendaraan Anda. Info lebih lanjut hubungi: 081338892519, atau datang langsung ke Jalan Trans Flores, Desa Gorontalo, Labuan Bajo, NTT (Depan Pertamina Pasar Baru)

 

Pemain Caci bukan sembarang orang. Dulu mereka biasa pake sapu tangan dan gagang saja. Mengalahkan orang itu dengan ilmu lain. Ada pelibatan kekuatan batiniah. Bagaimana kita tahu dikemas dalam perang? Kalau mau keluar, harus dimulai di rumah gendang. Turun ke Natas (halaman kampung), Dere Osong (nyanyian penyerahan), Lilit Compang (melingkari mesbah), lalu jalan. Caci juga dikemas beigut dulu. Kalau sekarang lain.

Kalau Caci Randang, mereka pergi pada senja hari menuju lokasi tujuan. Disana juga akan ada pertarungan spiritual. Makanya Caci dulu, peebedaanya jauh sekali dengan sekarang. Adapun makna Caci dalam konteks Caci sebagai perang adalah memupuk cinta tanah air.



Zaman Bupati Lega: 1967-1978

Keunikanny apa? Dia seorang bupati tapi juga budayawan. Dia keras, tapi dengan pola pendekatan budaya Manggarai. Dia marah, tetapi kemudian ada somba(permohonan maaf).

Untuk meningakatkan keterampilan budaya, caci masuk dalam pelajaran kesenian di sekolah. Pembinaannya berjenjang, dengan diadakan perlombaan tingkat sekolah, tingakt kecamatan hingga kabupaten. Untuk mencari gengnya di Manggarai, antar kecamatan. Dimasa itu, Tata busana juga menjadi penilaian dalam kesenian caci ini. Selain itu, penangkisan, gerakan kaki, paci juga dinilai.

 



Masa pak Lega dinilai sebagai masa khusus karena caci diajadikan ajang kesenian, ajang tontonan yang mempunyai etik, estetis dan pesan moral yang kuat serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menggelorakan pembangunan.

 

Caci zaman Sekarang

Caci sekarang dilaksnakan menurut ujud. Caci tabisan imam, caci rame kawing yang duku dikenal caci wagal. Caci sekarang bisa dilaksanakan di pede, di kantor bupati atau di tempat umum. Model cacinya mirip caci randang, tapi yang tidak kelihatan yang berbau magis. Sementara sekarang, motifnya bergeser. Dulu berkorban demi cinta, berkorban untuk tanah air, menggelorakan pembangunan tetapi sekarang bergeser ke pariwisata sebagai ajang mencari duit. Ini bertentangan dengan niat caci orang manggarai. Tetapu ini juga tidak bisa disalahkan karena konseskuensi perkembangan zaman. Meski demikian, nilai-nilai yang ditampilkan dalam kesenian caci tidak luntur karena nilai dalam budaya Manggarai sifatnya universal yang diterima semua pihak. (YER-05)

Rate this item
(2 votes)

Tentang Kami

Sejak tahun 2015 dengan Motto "Explore The Beauty Of Flores" www.florestoday.com berdiri dan berpartisipasi sebagai sarana penyebar informasi, penjalin persatuan bangsa, merawat demokrasi untuk mendukung pembangunan yang dilaksanakan  oleh pemerintah bersama seluruh warga negara.

Kemajuan dan kesejahteraan akan semakin mudah kita capai jika kerjasama diantara kita dapat terjalin dengan baik.

 

Anggota Media Online Indonesia

Kontak Info

Jl. Reklamasi No 8 Kampung Ujung, Labuan Bajo, 

Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.
Telp: +6238541736,

Mobile/Whatsapp: 0811922368

Email: redaksi@florestoday.com

Photo Gallery