Bupati Mabar: Selama Tidak Menganggu Konservasi, Maka Tidak Bisa Bilang Tidak Featured

Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula Foto: Istimewa

FLORESTODAY.COM, Labuan Bajo - Pro dan kontra mewarnai investasi di Taman Nasional Komodo. Aksi unjuk rasapun dilakukan oleh pengiat konservasi dan pariwisata di halaman kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu (12/2/2020).

Ayo! Jalan-jalan ke Komodo!

Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dula mengatakan pemerintah tentu telah mempertimbangkan dengan matang perihal investasi di Taman Nasional Komodo. Ada bagian-bagain yang telah ditentukan sebagai lahan konservasi maupun lahan investasi.

PASANG IKLAN DI FLORESTODAY.COM, EMAIL KE: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

"Pemerintah tentu sudah melihat, ranah konservasinya dimana, ranah investasinya dimana. Tidak boleh merusak konservasi, dan persyaratan bangunannya tentu sesuai dengan kajian pariwisata dan lingkungan." kata Bupati Dula saat diwawancara florestoday.com via telepon pada Rabu (12/2/2020) kemarin.

Explore the Beauty of Flores with RRI Bahari Speed Boat

Dikarenakan Pulau Komodo merupakan habitat asli hewan purba Komodo, maka pembangunan yang akan dilakukan di pulau tersebut harus sesuai standar kajian pariwisata dan tidak boleh menganggu kawasan konservasi. Bupati juga menjelaskan, jika investasi di Pulau Komodo dilakukan, maka akan berdampak positif terhadap pulau itu sendiri seperti mencegah kebakaran maupun terbumbu karang yang hilang.

Baca Juga: Kehadiran Investor Turut Membangun Manggarai Barat

"Hotel berbintang jelas tidak mungkin dibangun (di TNK), rest area atau home stay mungkin bisa. Karena itu sekaligus bisa melindungi pulau tersebut dari kebakaran, dari terumbu karang hilang, dsb, serta yang paling penting, mereka harus hadir dengan internet, hadir dengan CCTV, supaya mudah memantau hal hal yang merusak lingkungan." ujar Bupati dua periode tersebut.

Lets Go to Komodo!

Pulau Komodo yang kini telah ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, mulai dilirik para investor. Namun, banyak pihak yang menolak kehadiran investor tersebut karena dikhawatirkan akan merusak kawasan konservasi di Pulau Komodo.

"Sepanjang investasi itu telah dipertimbangan dan menaruh kajian, maka pemerintah kabupaten tidak mungkin bilang tidak, kecuali seluruhnya itu zona inti, zona merah, zona yang tidak boleh diapa-apakan lagi selain konservasi" tandas Bupati. (Sab)

Rate this item
(2 votes)

Tentang Kami

Sejak tahun 2015 dengan Motto "Explore The Beauty Of Flores" www.florestoday.com berdiri dan berpartisipasi sebagai sarana penyebar informasi, penjalin persatuan bangsa, merawat demokrasi untuk mendukung pembangunan yang dilaksanakan  oleh pemerintah bersama seluruh warga negara.

Kemajuan dan kesejahteraan akan semakin mudah kita capai jika kerjasama diantara kita dapat terjalin dengan baik.

 

Anggota Media Online Indonesia

Kontak Info

Jl. Reklamasi No 8 Kampung Ujung, Labuan Bajo, 

Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.
Telp: +6238541736,

Mobile/Whatsapp: 0811922368

Email: redaksi@florestoday.com

Photo Gallery