FLORESTODAY.COM, MABAR – Aktivitas pelayaran di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk kawasan Taman Nasional Komodo, diminta meningkatkan kewaspadaan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang memprakirakan gelombang laut mencapai hingga 3 meter pada Senin (20/7/2026).
Prakiraan tersebut menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal wisata, serta pengguna transportasi laut karena kondisi gelombang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran di beberapa wilayah perairan NTT.
BMKG memprediksi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Timor, hingga perairan Taman Nasional Komodo.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aktivitas perahu nelayan maupun kapal tongkang yang beroperasi di wilayah tersebut.
Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 3 meter diprakirakan terjadi di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Pulau Sumba, serta perairan Sabu Raijua.
Gelombang pada kategori tersebut berpotensi membahayakan pelayaran, termasuk bagi kapal feri yang melayani penyeberangan antarpulau.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Nimrot Adipapa Sipa, meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut.
"Informasi prakiraan cuaca maritim perlu menjadi acuan sebelum berlayar, terutama ketika angin bertiup kencang dan tinggi gelombang meningkat sehingga risiko pelayaran dapat diantisipasi lebih awal," ujar Nimrot Adipapa, dikutip dari rri.co.id, Senin (20/7/2026).
Selain potensi gelombang tinggi, kondisi cuaca di wilayah perairan NTT secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan.
BMKG juga mencatat angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 18 hingga 55 kilometer per jam yang turut memengaruhi dinamika gelombang di sejumlah perairan.
Masyarakat, khususnya pelaku wisata bahari, nelayan, dan operator kapal, diimbau terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan selama beraktivitas di laut.