“Wisatawan Melihat Komodo Berburu”, Tuai protes !

FLORESTODAY.COM, Labuan Bajo – Januari 2020 mendatang, tim terpadu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan merampungkan kajian mereka tentang bagaimana mewujudkan destinasi wisata Pulau Komodo menjadi eksklusif dan  segmented.

"Nanti ada guidance, bisa melihat komodo berburu, itu kan sangat unik. Selama ini wisatawan hanya melihat komodo tidur," tutur Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK seperti yang dikutip florestoday.com pada laman Bisnis.com, Kamis (07/11/2019).

Baca Juga : Ayo Jalan-jalan ke Komodo!

Menanggapi ini, salah seorang pegiat lingkungan hidup dan juga Kader Madya Konservasi Balai Taman Nasional Komodo Florianus Surion mengaku kaget dengan rencana yang akan dilakukan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada januari 2020 mendatang.

“Konsep apaan ini ?, ujar florianus Surion yang biasa di sapa Feri.

Saya kecam keras cara ini , jangan demi mendulang dolar, komodo yang di TNK dibuat seperti atraksi srimulat di kebun binatang.Yang benar saja ini konsep, demikian tegas Feri, seperti yang dikutip media ini dari salah satu group whatsup.

Ia juga meminta kepada pemerintah agar status kawasan konservasi dan heritage untuk dicabut apabila pemerintah dalam hal ini tim terpadu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersikeras melakukan hal tersebut.

“Cabut dulu status kawasan Konservasi dan Heritage kawasan Pulau Komodo, kalau konsepnya akan dilakukan atraksi demikian, maka kontradiktif dengan status kawasan to”, ujarnya.

Demikian dia menjelaskan, jika hal ini diterapkan pemerintah, maka kawasan Taman Nasional Komodo  bukanlah  kawasan konservasi seperti yang Ia ketahui sebelumnya, melainkan  konsep kebun binatang dan panggung hiburan seperti di Taman Safari, kata dia.

Selai itu kata Ia, Negara harus tetap konsisten terhadap penetapan kawasan pulau komodo sebagai kawasan konservasi yang berlabel heritage tanpa rekayasa. Selama Negara punya keyakinan merubah fungsi kawasan, kapanpun itu, bisa saja.

“Pertanyaan buat kita semua apakah dengan merubah fungsi kawasan di jamin seluruh ekosistem di dalam kawasan itu sendiri dapat hidup keberlanjutan?, Ya...ini konsep yang tidak rasional jika dilihat dari tujuan dan  fungsi kawasan konservasi yang sesungguhnya,kawasan Pulau Komodo mau di sulap menjadi kawasan industri pariwisata”,pungkas Feri. (PAH-01)

Rate this item
(1 Vote)

Tentang Kami

Sejak tahun 2015 dengan Motto "Explore The Beauty Of Flores" www.florestoday.com berdiri dan berpartisipasi sebagai sarana penyebar informasi, penjalin persatuan bangsa, merawat demokrasi untuk mendukung pembangunan yang dilaksanakan  oleh pemerintah bersama seluruh warga negara.

Kemajuan dan kesejahteraan akan semakin mudah kita capai jika kerjasama diantara kita dapat terjalin dengan baik.

 

Anggota Media Online Indonesia

Kontak Info

Jl. Reklamasi No 8 Kampung Ujung, Labuan Bajo, 

Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.
Telp: +6238541736,

Mobile/Whatsapp: 0811922368

Email: redaksi@florestoday.com

Photo Gallery