Investor Mengeluhkan Aksi Premanisme Penutupan Jalan di Torobembe-Labuan Bajo
FLORESTODAY.COM, LABUAN BAJO - Kepastian hukum dan kenyamanan berinvestasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mendapat ujian berat. Aktivitas investasi di salah satu kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Torobembe, Waecicu, Labuan Bajo kini lumpuh total akibat penutupan akses jalan secara sepihak oleh sekelompok orang
Kondisi ini memicu keluhan hebat dari para pengusaha dan pemilik lahan yang tengah berupaya mendukung percepatan pembangunan fasilitas penunjang pariwisata super prioritas tersebut.
Selaku Kuasa Hukum para Investor, Elyza Zainudin, S.H. dan Belra Mordekhai Tuahta SM, S.H. angkat bicara mengenai urgensi penyelesaian konflik ini. Elyza menegaskan bahwa akses jalan yang ditutup tersebut merupakan urat nadi aktivitas kawasan dan statusnya telah digunakan secara terbuka sejak lama.
"Akses jalan tersebut sebenarnya telah ada sejak tahun 2014 dan selama ini digunakan secara aktif oleh masyarakat umum serta para pemilik tanah menuju lokasi tersebut. Ini bukan jalan privat baru, melainkan fasilitas yang memiliki fungsi sosial," ujar Elyza saat dikonfirmasi, Rabu (3/6).
Mandeknya aktivitas pembangunan ini disayangkan oleh banyak pihak, terlebih persoalan ini sudah dibawa ke ranah hukum cukup lama. Elyza mengungkapkan, tindakan penutupan jalan yang diduga bermuatan unsur premanisme ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian pada tanggal 01 Agustus 2025. Namun hingga kini, penegakan hukum terkesan belum berjalan.
"Kasus penutupan jalan ini telah resmi dilaporkan ke pihak Polres Manggarai Barat sejak Agustus tahun lalu. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut yang konkret," tegas Elyza menyayangkan mandeknya proses hukum.
Sebelum persoalan ini berlarut-larut, upaya penyelesaian secara kekeluargaan sejatinya telah ditempuh dengan melibatkan pemerintah daerah setempat. Pertemuan sempat digelar di pusat pemerintahan dengan harapan melahirkan solusi bersama.
"Upaya musyawarah bersama sebetulnya sudah dilakukan pada 7 Februari 2025 lalu di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat. Namun, mediasi tersebut belum juga membuahkan hasil yang memuaskan bagi keberlangsungan investasi," tambah Elyza.

Menghambat PSN dan Merugikan Fungsi Sosial
Dampak dari pembiaran pemblokiran jalan ini mulai meluas. Para pengusaha dan pelaku investasi mengeluhkan kerugian yang dialami karena rencana pembangunan berbagai fasilitas penunjang pariwisata di Labuan Bajo menjadi terhambat. Tindakan sepihak ini dinilai mencoreng citra Labuan Bajo sebagai destinasi ramah investasi.
"Para pengusaha sangat mengeluh karena aktivitas investasi di lokasi yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi terhambat akibat penutupan akses jalan oleh tindakan premanisme sekelompok orang," kata Belra, Rabu (3/6).
Padahal, kawasan tersebut diproyeksikan untuk pembangunan berbagai fasilitas mutakhir guna menunjang sektor pariwisata premium Labuan Bajo. Status jalan tersebut dinilai krusial, tidak hanya untuk korporasi tetapi juga bagi roda ekonomi masyarakat lokal.
"Lokasi ini termasuk kawasan PSN yang dipersiapkan untuk pembangunan berbagai fasilitas penunjang pariwisata di Labuan Bajo. Oleh karena itu, penetapan status jalan umum di area tersebut dipastikan akan memberi dampak positif bagi kepentingan masyarakat banyak serta percepatan pembangunan kawasan," paparnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap hukum dan etika bisnis, para pemilik tanah tidak tinggal diam. Belra memastikan kliennya telah menempuh segala jalur legal dan persuasif agar blokade jalan dapat segera dibuka demi kepentingan publik yang lebih luas.
"Para pemilik tanah yang juga pelaku usaha di sini telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk pembukaan jalan tersebut. Langkah ini kami lakukan semata-mata demi menjamin ketertiban umum dan mengembalikan fungsi sosial dari akses jalan tersebut," tutup Belra Mordekhai.
Hingga berita ini diturunkan, para pelaku usaha dan investor masih menunggu ketegasan dari pihak Polres Manggarai Barat dan Pemerintah Daerah untuk segera turun tangan dalam penyelesaian masalah ini, agar iklim investasi di Labuan Bajo berkembang menjadi lebih baik.
(Redaksi/ HS)
BTNK Ajak Agen Travel Jual Paket Wisata ke Kampung Kerora
FLORESTODAY.COM, LABUAN BAJO– Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) berharap agen travel mulai menjual paket wisata ke Kampung Kerora, Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca. Jalur ini merupakan rute trekking terbaru untuk melihat komodo.

“Saya berharap teman-teman tour agent dan tour operator bisa menjual paket wisata ke Kerora,” ujar Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, Sabtu (1/11/2025).
Menurut Hengki, sapaan akrabnya, wisatawan sudah mulai berkunjung ke Kampung Kerora, meski jumlahnya belum banyak.
“Sudah mulai ada wisatawan ke sana, namun belum banyak. Mudah-mudahan akan terus meningkat,” kata Hengki.
Fakta di Lapangan
Sejak dibuka pada Maret 2025, jalur trekking di Kampung Kerora baru dikunjungi 10 wisatawan.
“Tamu dari Amerika, 10 orang,” kata pemandu lokal, Muslimin, Kamis (9/1/2025), dilansir dari detikBali.
Ia menyebut, kurangnya promosi menjadi salah satu alasan minimnya kunjungan wisatawan.
“Kurang promosi dari Balai (BTNK) dan dari kami juga sih,” ujarnya.
Selain itu, fasilitas di jalur menuju Kerora juga belum memadai, terutama dermaga di Pantai Lenteng, Desa Golo Moti, yang kondisinya tak layak pakai.
“Tamu yang datang lewat situ. Kondisinya tidak layak untuk wisatawan, sudah mau ambruk,” kata Muslimin.
BACA JUGA :
– Menjelajah Pesona Labuan Bajo Bersama LABAHO
– Lima Contoh Investasi Properti Menjanjikan di Labuan Bajo
– PAD Pariwisata Mabar Baru 77 Persen, Wisatawan Turun 22 Persen
– Sang Penguasa Pulau Tewas Mengenaskan di Tepi Jalan
– Cek Destinasinya! Ini Rute Open Trip Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam
Daya Tarik
Di Kampung Kerora, wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri perkampungan sambil menikmati lanskap pegunungan dan aktivitas komodo di kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, wisatawan juga bisa melihat hewan liar seperti kerbau, burung, reptil, kuda liar, hingga berbagai jenis tumbuhan. Ke depan, wisatawan juga dapat ikut melepasliarkan tukik atau anak penyu ke laut.
“Anak penyu atau tukik menjadi salah satu daya tarik, jadi masuk dalam paket wisata,” kata Hengki saat peresmian jalur trekking Kerora.
Jalur trekking Kampung Kerora diresmikan pada 6 Maret 2025, bertepatan dengan HUT ke-45 Taman Nasional Komodo. Paket wisata mulai dijual sehari setelah peresmian.
Jalur ini menjadi jalur trekking ketujuh di Taman Nasional Komodo, setelah Loh Buaya, Loh Liang, Kampung Komodo, Kampung Rinca, Padar Selatan, dan Gililawa.
Akses dan Tiket
Untuk menuju Kampung Kerora, wisatawan bisa berangkat dari Labuan Bajo menggunakan kapal wisata.
Akses terdekat dapat ditempuh dari Kampung Soknar, Desa Golo Mori, menuju Pulau Rinca. Waktu tempuhnya sekitar 10–15 menit menggunakan kapal motor.
Wisata di Kampung Kerora dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Komodo Citra Lestari.
Pemasukan dari penjualan paket wisata dikelola Pokdarwis, sementara tiket masuk kawasan (PNBP) dikelola oleh BTNK.
Harga paket wisata Kampung Kerora dipatok Rp400 ribu untuk lima orang. Paket ini mencakup aktivitas trekking dan pelepasan tukik, namun belum termasuk tiket masuk kawasan Taman Nasional Komodo. (Apek/ Redaksi)
Cunca Jami, Wisata Air Terjun di Labuan Bajo
FLORESTODAY.COM, Labuan Bajo - Selain Taman Nasional Komodo, Pulau Flores juga terkenal dengan objek wisata lainya di Kabupaten Manggarai Barat, seperti Air terjun Cunca Wulang dan Air Terjun Cunca Rami, dan yang tidak kalah uniknya lagi ialah Air Terjun Cunca Jami yang memiliki ciri khas berbentuk hamparan tebing bebatuan di sekitarnya.
Puskesmas Wersawe Sosialisasi Pencegahan Covid-19
FLORESTODAY.COM, Labuan Bajo - Sesuai dengan surat edaran sekretariat Jenderal KEMENKES RI Nomor pk.02 01/b.V1/839/2020 tentang himbaun upaya pencegahan penularan Covid-19. Petugas puskemas warsawe, Kecematan Mbeliling melakukan calling kepada masyarakat dari desa ke desa sekecamatan Mbeliling, senin pagi 23/03/2020.
Misteri Dibalik Indahnya Cunca Pengantin
FLORESTODAY.COM, Labuan Bajo - Nama Wae Bobok sudah tidak asing di telinga warga masyarkat Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wae Bobok merupakan nama tempat peristirahatan kendaraan - kendaraan dari Labuan Bajo menuju Terang, Rego, begitupun sebaliknya.



