FLORESTODAY.COM, MABAR – Aktivitas pembayaran pajak kendaraan di Samsat Manggarai Barat mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir seiring sosialisasi kebijakan baru Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait kendaraan yang menunggak pajak.

Hingga akhir Mei 2026, tercatat sebanyak 10.085 kendaraan telah melakukan pengurusan administrasi pajak di Kantor UPTD Pendapatan Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Jumlah tersebut terdiri atas 7.733 kendaraan lama dan 1.502 kendaraan baru yang masuk dalam data pelayanan Samsat selama periode tersebut.

Dari kendaraan lama yang tercatat, 4.883 unit membayar pokok pajak, sedangkan 2.850 unit menyelesaikan tunggakan beserta kewajiban dendanya.

Suasana antrian pembayaran juga terlihat ramai sejak pagi hari di kantor Samsat Labuan Bajo, dengan masyarakat datang silih berganti untuk mengurus pajak kendaraan mereka.

Kepala UPTD Pendapatan Daerah (Samsat) Manggarai Barat, M.T. Anjasmara Pranda, menilai peningkatan tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya kepatuhan wajib pajak di daerah itu.

"Respons masyarakat cukup baik. Memang ada pro dan kontra, tetapi setelah kami melakukan sosialisasi secara terus-menerus, banyak masyarakat yang mulai datang membayar pajak. Bahkan kami menerima penghargaan dari kantor wilayah karena capaian penerimaan pajak kendaraan, khususnya dari objek lama dan tunggakan, termasuk yang tertinggi," ujar Anjasmara, dilansir kupang.tribunnews.com, Kamis (9/7/2026).

Menurut Anjas, perubahan perilaku masyarakat tidak lepas dari sosialisasi Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025 yang dilakukan secara intensif sejak Februari lalu.

Aturan tersebut mengarahkan kendaraan yang masih menunggak pajak untuk menggunakan BBM non-subsidi, sementara kendaraan dengan status pajak aktif tetap dapat membeli BBM bersubsidi.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan tersebut adalah meningkatkan kepatuhan pajak dan mendukung pembiayaan pembangunan daerah.

Warga Kecamatan Komodo bernama Yohanes mengaku terbantu dengan kebijakan penghapusan denda sehingga lebih mudah menyelesaikan kewajiban pajak kendaraannya.

"Saya kemarin kemarin memang belum bisa bayar karena denda. Tapi syukur untuk sekarang saya hanya bayar pokok saja tidak ada bayar denda sehingga memudahkan," ujarnya.

Ia menilai kondisi ekonomi menjadi salah satu alasan masyarakat menunda pembayaran pajak, namun aturan baru membuat banyak pemilik kendaraan merasa perlu segera mengurus administrasi kendaraannya.

Sejak awal tahun, Samsat Manggarai Barat melakukan sosialisasi hampir setiap hari di SPBU, kantor pemerintahan, rumah sakit, hingga desa-desa bersama kepolisian dan pemerintah daerah.

Saat ini pengelola SPBU di Manggarai Barat telah menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut, sedangkan pelaksanaan teknis di lapangan masih menunggu keputusan bersama Forkopimda.

Dalam penerapannya nanti, petugas gabungan akan memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan di area SPBU untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.

Anjas berharap kebijakan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan, tetapi juga membantu penataan administrasi kendaraan di Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki mobilitas tinggi sebagai daerah tujuan wisata.

Published in News

FLORESTODAY.COM, MABAR – Potensi angin kencang hingga 20 knot di perairan Labuan Bajo mendorong KSOP Kelas III Labuan Bajo menerbitkan maklumat pelayaran sebagai langkah antisipasi pada 9–11 Juli 2026.

Maklumat tersebut diterbitkan berdasarkan prakiraan cuaca maritim dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau yang memprediksi peningkatan kecepatan angin dan gelombang di kawasan pelayaran wisata.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengatakan maklumat itu bertujuan meningkatkan kewaspadaan seluruh nakhoda selama berlayar di kawasan Taman Nasional Komodo.

"Untuk peningkatan kewaspadaan saja akan peningkatan gelombang. Masih aman untuk pelayaran," terang Stephanus, dikutip Kompas.com, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan angin diperkirakan bertiup dari arah tenggara dengan tinggi gelombang kategori sedang di perairan Selat Sape bagian selatan dan Taman Nasional Komodo.

Seluruh nakhoda diminta memastikan kapal dalam kondisi laik laut serta terus memantau perkembangan cuaca sebelum maupun selama melakukan pelayaran.

Selain itu, nakhoda juga diminta tidak berlayar pada malam hari dan menghindari perairan Selat Sape bagian selatan apabila cuaca mengalami perubahan.

"Nakhoda diperintahkan untuk menjaga kelaiklautan kapal dan memantau perkembangan cuaca. Serta dilarang berlayar pada malam hari dan menghindari perairan selat Sape bagian selatan," kata dia.

Meski pelayaran wisata masih diizinkan, KSOP menegaskan persetujuan berlayar dapat ditunda sewaktu-waktu apabila hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca tidak lagi aman.





Published in Pariwisata

FLORESTODAY.COM, MABAR – Labuan Bajo kembali menarik perhatian wisatawan pencinta alam melalui pengembangan destinasi berkelanjutan, event wisata kreatif, serta kolaborasi pemerintah dalam memperkuat daya saing pariwisata Flores.

Minat wisatawan meningkat seiring hadirnya berbagai aktivitas wisata alam di kawasan Parapuar dan Taman Nasional Komodo yang menawarkan panorama, budaya, serta pengalaman berkelanjutan sepanjang 2026.

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Kementerian Pariwisata terus menghadirkan agenda wisata yang memperkuat destinasi darat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Salah satu kegiatan terbaru ialah PENTAS x Weekend at Parapuar 2026 yang digelar di Natas Parapuar, Labuan Bajo, pada 6 Juni 2026, menghadirkan seni budaya, musik, dan keindahan alam.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, dalam keterangan resmi yang dipublikasikan BPOLBF pada 7 Juni 2026, mengatakan, "PENTAS x Weekend at Parapuar menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat."

Menurut BPOLBF, kegiatan tersebut berhasil menarik 1.044 pengunjung yang terdiri atas wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, dan masyarakat lokal dengan perputaran ekonomi mencapai Rp133 juta.

Tidak hanya menikmati panorama alam, wisatawan juga memperoleh pengalaman budaya melalui pertunjukan Tari Caci, Tari Rangkuk Alu, pertunjukan musik, serta keterlibatan puluhan pelaku UMKM lokal.

Dalam Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta pada 20–21 Mei 2026, BPOLBF kembali mempromosikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata alam berkelanjutan yang berdaya saing global.

Andhy M.T. Marpaung menyampaikan pada 21 Mei 2026, "Rakornas Pariwisata 2026 menjadi ruang strategis bagi BPOLBF untuk memperkuat koordinasi, membangun kolaborasi, serta mempromosikan potensi Labuan Bajo Flores."

BPOLBF menegaskan pengembangan Labuan Bajo tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan ekonomi lokal.

Melalui penguatan wisata alam, budaya, dan event berkelanjutan, Labuan Bajo diproyeksikan semakin diminati wisatawan pencinta alam sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi premium Indonesia.

Published in Pariwisata

FLORESTODAY.COM, LABUAN BAJO– Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) berharap agen travel mulai menjual paket wisata ke Kampung Kerora, Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca. Jalur ini merupakan rute trekking terbaru untuk melihat komodo.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


“Saya berharap teman-teman tour agent dan tour operator bisa menjual paket wisata ke Kerora,” ujar Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, Sabtu (1/11/2025).

Menurut Hengki, sapaan akrabnya, wisatawan sudah mulai berkunjung ke Kampung Kerora, meski jumlahnya belum banyak.

“Sudah mulai ada wisatawan ke sana, namun belum banyak. Mudah-mudahan akan terus meningkat,” kata Hengki.

Fakta di Lapangan
Sejak dibuka pada Maret 2025, jalur trekking di Kampung Kerora baru dikunjungi 10 wisatawan.

“Tamu dari Amerika, 10 orang,” kata pemandu lokal, Muslimin, Kamis (9/1/2025), dilansir dari detikBali.

Ia menyebut, kurangnya promosi menjadi salah satu alasan minimnya kunjungan wisatawan.

“Kurang promosi dari Balai (BTNK) dan dari kami juga sih,” ujarnya.

Selain itu, fasilitas di jalur menuju Kerora juga belum memadai, terutama dermaga di Pantai Lenteng, Desa Golo Moti, yang kondisinya tak layak pakai.

“Tamu yang datang lewat situ. Kondisinya tidak layak untuk wisatawan, sudah mau ambruk,” kata Muslimin.


BACA JUGA :

– Menjelajah Pesona Labuan Bajo Bersama LABAHO
– Lima Contoh Investasi Properti Menjanjikan di Labuan Bajo
– PAD Pariwisata Mabar Baru 77 Persen, Wisatawan Turun 22 Persen
– Sang Penguasa Pulau Tewas Mengenaskan di Tepi Jalan
– Cek Destinasinya! Ini Rute Open Trip Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam


Daya Tarik
Di Kampung Kerora, wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri perkampungan sambil menikmati lanskap pegunungan dan aktivitas komodo di kawasan Taman Nasional Komodo.

Selain komodo, wisatawan juga bisa melihat hewan liar seperti kerbau, burung, reptil, kuda liar, hingga berbagai jenis tumbuhan. Ke depan, wisatawan juga dapat ikut melepasliarkan tukik atau anak penyu ke laut.

“Anak penyu atau tukik menjadi salah satu daya tarik, jadi masuk dalam paket wisata,” kata Hengki saat peresmian jalur trekking Kerora.

Jalur trekking Kampung Kerora diresmikan pada 6 Maret 2025, bertepatan dengan HUT ke-45 Taman Nasional Komodo. Paket wisata mulai dijual sehari setelah peresmian.

Jalur ini menjadi jalur trekking ketujuh di Taman Nasional Komodo, setelah Loh Buaya, Loh Liang, Kampung Komodo, Kampung Rinca, Padar Selatan, dan Gililawa.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah AD_4nXeJjhlBaOOr-jSX6uf98hikHJtIbHUPvUf-0eddYC0zzN9UN8BIsA7c6uGyI3Zq4V-4zdItCtTuTgj5sFglH7wVPl32hNjaZiViiJX-NPnCzs44XNAwmZpB8VeS9mQYDTKlP42yYCE8cxRAgNzAXc3XnUY

Akses dan Tiket 

Untuk menuju Kampung Kerora, wisatawan bisa berangkat dari Labuan Bajo menggunakan kapal wisata.

Akses terdekat dapat ditempuh dari Kampung Soknar, Desa Golo Mori, menuju Pulau Rinca. Waktu tempuhnya sekitar 10–15 menit menggunakan kapal motor.

Wisata di Kampung Kerora dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Komodo Citra Lestari. 

Pemasukan dari penjualan paket wisata dikelola Pokdarwis, sementara tiket masuk kawasan (PNBP) dikelola oleh BTNK.

Harga paket wisata Kampung Kerora dipatok Rp400 ribu untuk lima orang. Paket ini mencakup aktivitas trekking dan pelepasan tukik, namun belum termasuk tiket masuk kawasan Taman Nasional Komodo. (Apek/ Redaksi)

Published in Pariwisata

FLORESTODAY.COM, Labuan Bajo - Selain Taman Nasional Komodo, Pulau Flores juga terkenal dengan objek wisata lainya di Kabupaten Manggarai Barat, seperti Air terjun Cunca Wulang dan Air Terjun Cunca Rami, dan yang tidak kalah uniknya lagi ialah Air Terjun Cunca Jami yang memiliki ciri khas berbentuk hamparan tebing bebatuan di sekitarnya.

Published in Pariwisata
Page 1 of 3

About Us

Since 2015 with the motto "Explore The Beauty Of Flores" www.florestoday.com stands and participates as a means of disseminating information, building unity, caring for democracy to carry out development in everything to improve life direction for all .. Read More

Member of Media Online Indonesia

Contact Info

Address: Jl. Gabriel Gampur No 8, Labuan Bajo,
Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.

Mobile/Whatsapp: +628113820366
News: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Advertorial: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Social Media

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…