Wisatawan TN Komodo Capai 200 Ribu Orang hingga Juni 2026
FLORESTODAY.COM, MABAR – Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat 200.985 kunjungan wisatawan sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan wisatawan mancanegara masih mendominasi.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, menyebutkan jumlah wisatawan asing mencapai 171.444 orang, sedangkan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 29.541 orang.
"171.444 wisatawan mancanegara dan 29.541 wisatawan nusantara," kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, Selasa (14/7/2026).
Jumlah kunjungan wisatawan ke TN Komodo pada semester pertama 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 171.391 orang.
Kunjungan wisatawan tertinggi terjadi pada Juni 2026 dengan jumlah hampir 50 ribu orang, sementara angka terendah tercatat pada Januari akibat penutupan sementara kawasan TN Komodo.
Penutupan tersebut dilakukan setelah insiden tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah yang menyebabkan seorang pelatih tim sepak bola putri Valencia FC meninggal dunia.
Setelah aktivitas wisata kembali dibuka, jumlah kunjungan mulai meningkat pada Februari dengan lebih dari 20 ribu wisatawan dan terus mengalami pertumbuhan hingga Juni.
Berdasarkan data BTNK, jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 3.258 orang pada Januari, 20.793 orang pada Februari, 20.637 orang pada Maret, 47.683 orang pada April, 48.958 orang pada Mei, dan 49.656 orang pada Juni.
KSOP Labuan Bajo Imbau Kapal Wisata Waspadai Angin Kencang 20 Knot
FLORESTODAY.COM, MABAR – Potensi angin kencang hingga 20 knot di perairan Labuan Bajo mendorong KSOP Kelas III Labuan Bajo menerbitkan maklumat pelayaran sebagai langkah antisipasi pada 9–11 Juli 2026.
Maklumat tersebut diterbitkan berdasarkan prakiraan cuaca maritim dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau yang memprediksi peningkatan kecepatan angin dan gelombang di kawasan pelayaran wisata.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengatakan maklumat itu bertujuan meningkatkan kewaspadaan seluruh nakhoda selama berlayar di kawasan Taman Nasional Komodo.
"Untuk peningkatan kewaspadaan saja akan peningkatan gelombang. Masih aman untuk pelayaran," terang Stephanus, dikutip Kompas.com, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan angin diperkirakan bertiup dari arah tenggara dengan tinggi gelombang kategori sedang di perairan Selat Sape bagian selatan dan Taman Nasional Komodo.
Seluruh nakhoda diminta memastikan kapal dalam kondisi laik laut serta terus memantau perkembangan cuaca sebelum maupun selama melakukan pelayaran.
Selain itu, nakhoda juga diminta tidak berlayar pada malam hari dan menghindari perairan Selat Sape bagian selatan apabila cuaca mengalami perubahan.
"Nakhoda diperintahkan untuk menjaga kelaiklautan kapal dan memantau perkembangan cuaca. Serta dilarang berlayar pada malam hari dan menghindari perairan selat Sape bagian selatan," kata dia.
Meski pelayaran wisata masih diizinkan, KSOP menegaskan persetujuan berlayar dapat ditunda sewaktu-waktu apabila hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca tidak lagi aman.



