Kemenko Perekonomian Dorong Ekosistem Asuransi di Labuan Bajo

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan yang eksponensial, Labuan Bajo kini menghadapi tantangan baru: standarisasi keselamatan.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) secara resmi menekankan pentingnya pengembangan ekosistem asuransi pariwisata sebagai pilar utama perlindungan bagi para pelancong.

Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Undang-Undang (UU) Kepariwisataan serta Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan jaminan keamanan dan keselamatan di setiap destinasi nasional.

Urgensi di Balik Lonjakan Wisatawan

Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menyatakan bahwa asuransi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing.

"Pengembangan ekosistem asuransi pariwisata adalah langkah konkret dalam menjalankan UU maupun Permenpar tersebut," tegas Dida dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Labuan Bajo, Rabu (22/4).

Berdasarkan data Disparekrafbud Manggarai Barat per Januari 2026 , Labuan Bajo mencatatkan pertumbuhan kunjungan yang luar biasa:

  • 2021: 60.439 Wisatawan
  • 2025: 500.008 Wisatawan

Kenaikan hampir delapan kali lipat dalam empat tahun ini membawa konsekuensi logistik dan risiko yang lebih besar. Penguatan tata kelola risiko yang terintegrasi menjadi mendesak untuk memastikan citra Labuan Bajo tetap terjaga sebagai destinasi kelas dunia.

Menjawab Tantangan Global (TTDI)

Fokus pemerintah terhadap asuransi juga dipicu oleh posisi Indonesia dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024, di mana peringkat safety and security nasional masih tertahan di posisi ke-54. Terlebih lagi, data tahun 2025 menunjukkan adanya peningkatan insiden kecelakaan pariwisata sebesar 28,57%.

Bagi investor dan pelaku industri properti serta perhotelan di Labuan Bajo, integrasi asuransi dalam ekosistem pariwisata akan memberikan dampak positif:

  1. Peningkatan Kepercayaan Investor: Jaminan keselamatan menurunkan risiko operasional bagi penyedia jasa wisata.
  2. Standardisasi Layanan: Mewajibkan asuransi secara otomatis mendorong operator (seperti kapal wisata dan pengelola daya tarik wisata) untuk meningkatkan standar keamanan mereka.
  3. Pariwisata Berkelanjutan: Menciptakan jaring pengaman finansial saat terjadi krisis atau kecelakaan medis di wilayah terpencil.

Pilot Project Labuan Bajo

Pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi Pilot Project asuransi pariwisata ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjadikan wilayah ini sebagai tolok ukur nasional. Dengan ekosistem yang terproteksi, Labuan Bajo diharapkan tidak hanya menjual keindahan alam Komodo, tetapi juga menjual rasa aman bagi setiap jiwa yang datang.

"Keselamatan dan keamanan adalah fondasi utama. Tanpa itu, mustahil kita bisa menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," pungkas Dida.

(Redaksi)

Share this article

About Us

Since 2015 with the motto "Explore The Beauty Of Flores" www.florestoday.com stands and participates as a means of disseminating information, building unity, caring for democracy to carry out development in everything to improve life direction for all .. Read More

Member of Media Online Indonesia

Contact Info

Address: Jl. Gabriel Gampur No 8, Labuan Bajo,
Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.

Mobile/Whatsapp: +628113820366
News: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Advertorial: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Social Media

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…