Admin
Labuan Bajo Semakin Diminati Wisatawan Pencinta Alam
FLORESTODAY.COM, MABAR – Labuan Bajo kembali menarik perhatian wisatawan pencinta alam melalui pengembangan destinasi berkelanjutan, event wisata kreatif, serta kolaborasi pemerintah dalam memperkuat daya saing pariwisata Flores.
Minat wisatawan meningkat seiring hadirnya berbagai aktivitas wisata alam di kawasan Parapuar dan Taman Nasional Komodo yang menawarkan panorama, budaya, serta pengalaman berkelanjutan sepanjang 2026.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Kementerian Pariwisata terus menghadirkan agenda wisata yang memperkuat destinasi darat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Salah satu kegiatan terbaru ialah PENTAS x Weekend at Parapuar 2026 yang digelar di Natas Parapuar, Labuan Bajo, pada 6 Juni 2026, menghadirkan seni budaya, musik, dan keindahan alam.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, dalam keterangan resmi yang dipublikasikan BPOLBF pada 7 Juni 2026, mengatakan, "PENTAS x Weekend at Parapuar menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat."
Menurut BPOLBF, kegiatan tersebut berhasil menarik 1.044 pengunjung yang terdiri atas wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, dan masyarakat lokal dengan perputaran ekonomi mencapai Rp133 juta.
Tidak hanya menikmati panorama alam, wisatawan juga memperoleh pengalaman budaya melalui pertunjukan Tari Caci, Tari Rangkuk Alu, pertunjukan musik, serta keterlibatan puluhan pelaku UMKM lokal.
Dalam Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta pada 20–21 Mei 2026, BPOLBF kembali mempromosikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata alam berkelanjutan yang berdaya saing global.
Andhy M.T. Marpaung menyampaikan pada 21 Mei 2026, "Rakornas Pariwisata 2026 menjadi ruang strategis bagi BPOLBF untuk memperkuat koordinasi, membangun kolaborasi, serta mempromosikan potensi Labuan Bajo Flores."
BPOLBF menegaskan pengembangan Labuan Bajo tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan ekonomi lokal.
Melalui penguatan wisata alam, budaya, dan event berkelanjutan, Labuan Bajo diproyeksikan semakin diminati wisatawan pencinta alam sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi premium Indonesia.
Kampung Pangka Suguhkan Atraksi Tari Caci, Songko Lokap Rumah Adat Jadi Momentum Mengangkat Pariwisata Budaya Manggarai Barat
FLORESTODAY.COM, MABAR – Masyarakat Kampung Pangka, Desa Golo Wedong, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, menggelar rangkaian Upacara Adat Songko Lokap Rumah Adat yang berlangsung selama enam hari, 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Salah satu agenda utama dalam rangkaian tersebut adalah Pentas Tari Caci, yang diharapkan menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata budaya di Manggarai Barat.

Pementasan Tari Caci dijadwalkan berlangsung di halaman rumah adat Kampung Pangka dan akan melibatkan para pemain caci dari masyarakat setempat dan tamu undang (Meka landang) dari Pawu satarmese . Atraksi budaya tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Songko Lokap, yakni upacara adat yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus peneguhan kembali fungsi rumah adat sebagai pusat kehidupan sosial, budaya, dan musyawarah masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Agustinus Angkat, mengatakan penyelenggaraan Tari Caci merupakan bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Tari Caci bukan sekadar pertunjukan adat, tetapi merupakan identitas masyarakat Manggarai. Melalui pementasan ini kami ingin memperlihatkan bahwa budaya leluhur tetap hidup, dijaga, dan diwariskan kepada generasi muda. Kami berharap kegiatan ini mampu menarik wisatawan untuk datang menyaksikan secara langsung kekayaan budaya Kampung Pangka," kata Agustinus.
Menurut dia, seluruh masyarakat Kampung Pangka terlibat secara aktif dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan melalui semangat gotong royong. Keterlibatan bersama tersebut mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat adat Manggarai.
Selain menyuguhkan atraksi Tari Caci, masyarakat juga akan melaksanakan berbagai prosesi adat yang diawalli dengan prosesi padong tenggeng (sering juga disebut podo tenggeng) adalah ritual persembahan kepincangan dan kekurangan dalam masyarakat adat Manggarai. Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian Upacara Penti (syukuran panen dan tahun baru adat) yang bertujuan untuk menolak bala dan menjauhkan masyarakat dari bencana kelaparan atau penyakit yang sarat makna sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghormatan kepada para leluhur. Prosesi tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Songko Lokap yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Agustinus menambahkan, penyelenggaraan kegiatan adat tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat lokal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata di wilayah Manggarai Barat.
"Labuan Bajo sudah dikenal dunia sebagai destinasi wisata unggulan. Kami berharap wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat mengenal kekayaan budaya Manggarai. Kampung Pangka memiliki tradisi yang masih terjaga, dan melalui Songko Lokap serta Tari Caci kami ingin memperkenalkan nilai-nilai budaya itu kepada masyarakat luas," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat serta wisatawan yang berada di Manggarai Barat untuk hadir menyaksikan rangkaian Upacara Adat Songko Lokap sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
"Kami mengundang seluruh masyarakat, wisatawan nusantara, maupun wisatawan mancanegara untuk datang menyaksikan kemeriahan Songko Lokap dan Pentas Tari Caci di Kampung Pangka. Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Manggarai sebagai warisan yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya," katanya.
Melalui penyelenggaraan Songko Lokap Rumah Adat dan Pentas Tari Caci, masyarakat Kampung Pangka berharap tradisi leluhur tetap lestari di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Manggarai Barat.
(Redaksi)
Ingin menikmati liburan di Labuan Bajo dengan lebih nyaman tanpa kesalahan yang sering terjadi selama perjalanan? Percayakan perencanaan perjalanan Anda pada standar premium Labuan Bajo Holiday.
Pesan paket wisata Labuan Bajo melalui WhatsApp +62 811 3835 366 atau+62 812 9111 1137, atau kunjungi Instagram LABAHO!
Investor Hadapi Tantangan Kelola Aset, INBISNIS Management Tawarkan Solusi
FLORESTODAY.COM, MABAR – Meningkatnya investasi properti di Labuan Bajo tidak hanya ditandai dengan pembangunan hotel dan vila, tetapi juga meningkatnya pembelian lahan oleh investor dari berbagai daerah maupun luar negeri. Sebagian besar lahan tersebut dibeli sebagai investasi jangka panjang dan belum langsung dikembangkan karena masih menunggu waktu yang tepat untuk dibangun.

Kondisi tersebut memunculkan tantangan baru bagi para pemilik aset. Jarak yang jauh membuat banyak investor kesulitan mengawasi lahannya secara rutin. Mulai dari perawatan area, kondisi pagar dan patok batas, hingga kebutuhan tenaga penjaga menjadi persoalan yang sering muncul ketika pemilik tidak berada di Labuan Bajo.
General Manager INBISNIS Group, Prima Brahmana, mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu kekhawatiran terbesar yang banyak disampaikan investor kepadanya, terutama mereka yang berdomisili di luar daerah maupun luar negeri.
"Banyak investor membeli tanah di Labuan Bajo sebagai aset jangka panjang, tetapi belum langsung membangunnya. Yang sering menjadi kekhawatiran adalah bagaimana kondisi lahan itu tetap terawat, batas lahannya tidak bergeser, rumput tidak tumbuh liar, hingga siapa yang bisa dipercaya untuk menjaganya ketika mereka berada di luar daerah atau bahkan di luar negeri," ujar Prima.
Menurutnya, kebutuhan tersebut tidak cukup dijawab hanya dengan menyediakan tenaga penjaga. Investor juga memerlukan sistem pengelolaan yang mampu memastikan aset mereka tetap terawat tanpa harus datang langsung ke lokasi.
"Karena itu, kami menghadirkan layanan pengelolaan aset yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing investor. Mulai dari membangun pondok penjaga, menyediakan sumber daya manusia, melakukan perawatan lahan, memperbaiki pagar atau pilar jika rusak, hingga membuat laporan berkala mengenai kondisi aset. Investor cukup menyampaikan kebutuhannya, sementara seluruh proses pengelolaannya kami tangani," katanya.
Prima menambahkan, layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi lahan kosong, tetapi juga dapat diterapkan pada aset yang sudah beroperasi seperti vila maupun hotel.

"Kalau investor sudah memiliki vila atau hotel, kami juga dapat membantu pengelolaannya, mulai dari perawatan bangunan, penyediaan tenaga kerja, hingga operasional sesuai kebutuhan. Prinsipnya, kami ingin membantu pemilik aset agar tidak lagi direpotkan dengan urusan pengelolaan sehari-hari, sehingga mereka bisa lebih fokus pada rencana pengembangan investasinya," jelasnya.
Seiring terus berkembangnya investasi properti di Labuan Bajo, kebutuhan terhadap pengelolaan aset secara profesional diperkirakan akan semakin meningkat. Kehadiran layanan seperti yang dikembangkan INBISNIS Management menjadi salah satu alternatif bagi investor yang ingin memastikan asetnya tetap terawat, aman, dan memiliki nilai yang terus berkembang meski mereka tidak berada di lokasi.
HUT Bhayangkara, Polres Mabar Perkuat Pemberantasan Judi Online
FLORESTODAY.COM, MABAR – Pemberantasan judi online dan peredaran narkoba menjadi salah satu fokus utama Polres Manggarai Barat dalam menjaga keamanan wilayah. Komitmen itu ditegaskan Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, usai memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Mako Polres Manggarai Barat, Rabu (1/7/2026), sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi yang aman bagi masyarakat dan wisatawan.

Selain memperkuat penindakan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat, Polres Manggarai Barat juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat Labuan Bajo merupakan destinasi pariwisata super prioritas yang membutuhkan jaminan keamanan secara berkelanjutan.
"Sebagai gerbang pariwisata super prioritas, stabilitas keamanan di Manggarai Barat adalah harga mati. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberantas segala bentuk penyakit masyarakat seperti judi online dan peredaran narkoba, serta memastikan wisatawan maupun masyarakat lokal merasa aman selama 24 jam," ujar Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, dilansir rri.co.id, Rabu (1/7/2026).
Dalam kesempatan itu, AKBP Christian juga membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin beragam di tengah perkembangan zaman.
"Tema '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat' harus dimaknai sebagai komitmen mutlak. Indikator keberhasilan institusi ini diukur dari kesigapan, ketegasan, profesionalisme, serta bagaimana kita mampu menghadirkan pelayanan prima yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," kata AKBP Christian saat membacakan amanat Presiden.
Melalui amanat tersebut, Presiden juga meminta Polri melanjutkan reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, Polri diharapkan semakin siap menghadapi ancaman kejahatan siber maupun kejahatan lintas negara yang terus berkembang.

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Manggarai Barat turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), personel Polri dan TNI, serta sejumlah tamu undangan yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk menegaskan komitmen Polres Manggarai Barat dalam menjaga keamanan, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Perlindungan Hukum Tenaga Medis dari Intimidasi: Belajar dari Kasus yang Menjadi Perhatian Publik
FLORESTODAY.COM, MABAR – Belakangan ini, perhatian publik tertuju pada meninggalnya seorang dokter muda yang dikenal sebagai dr. Icha. Peristiwa tersebut memicu diskusi luas mengenai dugaan intimidasi terhadap tenaga medis saat menjalankan tugas pelayanan kesehatan. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, penting untuk diingat bahwa penyebab pasti peristiwa tersebut dan ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum masih berada dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu, seluruh pihak patut menghormati asas praduga tak bersalah dan tidak menarik kesimpulan sebelum proses hukum selesai.

Namun demikian, terlepas dari bagaimana hasil penyelidikan nantinya, satu persoalan mendasar layak menjadi perhatian bersama, yaitu bagaimana negara memberikan perlindungan hukum kepada tenaga medis yang setiap hari berada di garis depan pelayanan kesehatan.
Tenaga Medis Berhak Bekerja dalam Lingkungan yang Aman
Profesi dokter merupakan profesi yang mengemban tanggung jawab besar. Dalam kondisi tertentu, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), seorang dokter dituntut mengambil keputusan medis secara cepat berdasarkan standar profesi, standar pelayanan, dan kondisi klinis pasien. Keputusan tersebut tidak selalu dapat memenuhi harapan semua pihak, tetapi harus tetap didasarkan pada pertimbangan ilmiah dan etika profesi.
Karena itu, hukum memberikan perlindungan kepada tenaga medis agar dapat menjalankan tugasnya tanpa rasa takut terhadap ancaman, tekanan, maupun intimidasi. Perlindungan tersebut merupakan bagian dari jaminan negara untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berlangsung secara profesional dan berkesinambungan.
Perlindungan Hukum Menurut Undang-Undang Kesehatan
Melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, negara menegaskan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum selama menjalankan profesinya sesuai standar profesi, standar pelayanan, standar operasional prosedur, serta kode etik.
Makna perlindungan hukum tidak hanya terbatas pada pembelaan ketika tenaga medis menghadapi gugatan hukum, tetapi juga mencakup perlindungan dari tindakan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas, termasuk ancaman, kekerasan, maupun intimidasi.
Dengan demikian, setiap tenaga medis memiliki hak untuk bekerja dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari tekanan yang dapat memengaruhi independensi profesionalnya.
Apakah Intimidasi Dapat Menjadi Persoalan Hukum?
Dalam praktik kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang menganggap membentak, memaki, atau memberikan tekanan verbal sebagai hal yang biasa terjadi ketika emosi memuncak. Padahal, apabila tindakan tersebut dilakukan dengan cara yang melanggar hukum dan memenuhi unsur tindak pidana atau perbuatan melawan hukum, pelakunya dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bentuk-bentuk intimidasi dapat berupa ancaman, penghinaan, tekanan psikologis, tindakan yang menghalangi seseorang menjalankan pekerjaannya, maupun perbuatan lain yang menimbulkan rasa takut. Namun, apakah suatu perbuatan benar-benar memenuhi unsur pelanggaran hukum harus dibuktikan melalui proses penyelidikan, penyidikan, dan pembuktian di pengadilan, bukan hanya berdasarkan opini publik.
Karena itu, setiap dugaan intimidasi terhadap tenaga medis harus ditangani secara objektif dengan mengedepankan alat bukti dan prinsip due process of law.

Tanggung Jawab Rumah Sakit
Perlindungan terhadap tenaga medis bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan juga memiliki kewajiban menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Hal tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan sistem keamanan yang memadai, prosedur penanganan konflik dengan pasien maupun keluarga pasien, mekanisme pelaporan apabila terjadi intimidasi atau kekerasan, pendampingan hukum bagi tenaga medis yang menghadapi persoalan hukum akibat pelaksanaan tugas, serta dukungan psikologis bagi tenaga kesehatan yang mengalami tekanan kerja.
Budaya perlindungan seperti ini merupakan bagian dari manajemen risiko rumah sakit sekaligus bentuk penghormatan terhadap profesi tenaga medis.
Masyarakat Juga Memiliki Peran
Pelayanan kesehatan merupakan hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan. Pasien dan keluarga tentu memiliki hak untuk memperoleh informasi, menyampaikan keberatan, bahkan mengajukan pengaduan apabila merasa dirugikan. Namun, seluruh hak tersebut harus dijalankan melalui mekanisme yang disediakan oleh hukum dan etika pelayanan kesehatan.
Perbedaan pendapat terhadap tindakan medis tidak boleh diselesaikan dengan ancaman, kekerasan, atau tekanan kepada tenaga kesehatan. Sebaliknya, komunikasi yang baik dan penyelesaian melalui mekanisme yang sah akan memberikan perlindungan bagi semua pihak, baik pasien maupun tenaga medis.
Penutup
Peristiwa yang menjadi perhatian publik belakangan ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan hukum bagi tenaga medis di Indonesia. Apa pun hasil penyelidikan nantinya, keselamatan dan rasa aman tenaga medis merupakan kepentingan bersama.
Dokter, perawat, bidan, dan seluruh tenaga kesehatan adalah garda terdepan pelayanan publik. Mereka menjalankan profesinya berdasarkan ilmu pengetahuan, etika, dan sumpah profesi. Karena itu, mereka berhak memperoleh perlindungan hukum yang memadai agar dapat memberikan pelayanan kesehatan secara profesional tanpa dibayangi rasa takut.
Negara, rumah sakit, organisasi profesi, aparat penegak hukum, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun lingkungan pelayanan kesehatan yang aman, bermartabat, dan berkeadilan. Sebab, ketika tenaga medis terlindungi, maka pada akhirnya masyarakatlah yang akan merasakan manfaat dari pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Oleh: Elyza Zainudin, S.H., M.H.
Advokat – Inbisnis Law Firm
(Redaksi)
Ingin menikmati liburan di Labuan Bajo dengan lebih nyaman tanpa kesalahan yang sering terjadi selama perjalanan? Percayakan perencanaan perjalanan Anda pada standar premium Labuan Bajo Holiday.
Pesan paket wisata Labuan Bajo melalui WhatsApp +62 811 3835 366 atau+62 812 9111 1137, atau kunjungi Instagram LABAHO!



