Baca juga : Tanah Dijual! The Peninsula Labuan Bajo
Hujan lebat selama dua hari terakhir menyebabkan jalanan di kawasan pusat kota menjadi sepi, yang berimbas pada berkurangnya aktivitas masyarakat dan turis yang biasanya ramai berkunjung.
Kondisi ini membuat beberapa ruas jalan utama, seperti Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Pantai Pede, tidak terlihat adanya aktivitas warga. Banyak warga memilih untuk tetap berada di rumah mengingat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Cristin Seran, mengingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, dengan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem yang akan berlangsung hingga 11 Februari 2025.
“Penyebabnya antara lain adalah aktifnya monsun Asia dan adanya daerah tekanan rendah di sekitar Chamberlin Australia Selatan, yang juga terpengaruh oleh daerah Equatorial Rossby serta MJO yang ada di fase III. Ini menyebabkan peningkatan curah hujan yang signifikan,” jelas Maria.
Baca juga : Tanah Dijual! Tepi Pantai Pulau Seraya Labuan Bajo
Hujan deras juga mengganggu kegiatan pariwisata, di mana banyak kapal wisata membatalkan perjalanan ke pulau-pulau sekitar menyusul adanya peringatan dari KSOP mengenai angin siklon dan tingginya gelombang.
Joni seorang penjual gorengan di kampung ujung mengungkapkan keresahannya akibat cuaca ekstrim ini
"Warga dan pelaku usaha sangat merasakan dampak dari hujan deras ini," lanjutnya.
"Biasanya, kami ramai dengan pembeli, tetapi sejak kemarin tampak sepi, dan banyak yang membatalkan rencana mereka untuk keluar karena hujan," tambahnya.
Joni juga menginformasikan bahwa sempat terjadi genangan air di jalanan sekitar Kampung Ujung pada Minggu sore, namun telah diantisipasi oleh warga dengan melakukan pembersihan di beberapa titik drainase yang tersumbat. (Jellu)