Admin
Angin Segar bagi Pariwisata Mabar: Titiek Soeharto Dukung Penambahan Kuota Kunjungan TN Komodo
FLORESTODAY.COM, LABUAN BAJO – Keluhan para pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo terkait pembatasan ketat kunjungan ke Taman Nasional (TN) Komodo mulai menemui titik terang.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, secara terbuka menyatakan dukungannya untuk meninjau ulang dan menambah kuota kunjungan wisatawan.

Saat ini, berdasarkan regulasi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), kuota kunjungan dibatasi hanya di angka 1.000 orang per hari. Angka ini dinilai oleh banyak pihak terlalu kecil untuk menampung minat wisatawan yang terus meningkat ke Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) ini.
"Kita minta dikaji lagi, kuotanya bisa dinaikkan," tegas Titiek Soeharto di sela kunjungan kerjanya di Labuan Bajo, Jumat (24/4/2026).
Menakar Angka Ideal: Aspirasi Pelaku Usaha vs Realita Konservasi
Dalam dialog yang dihadiri oleh 22 perwakilan asosiasi pariwisata serta Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki, muncul usulan dari pelaku usaha agar kuota dinaikkan menjadi 3.000 orang per hari. Namun, Titiek menilai lonjakan tersebut terlalu drastis.
"Kenaikan kuota harus bertahap. Belum bisa ya (langsung 3.000), kita pelan-pelan naiknya. Jangan 1.000, tapi pelan-pelanlah," ujar politikus Partai Gerindra tersebut, menekankan perlunya keseimbangan antara ekonomi dan konservasi.
Merespons permintaan langsung Titiek di meja diskusi, Wamenhut Rohmat Marzuki menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa mengambil keputusan seketika. "Tentunya saya harus melaporkan kepada Bapak Menteri Kehutanan (Raja Juli Antoni) terkait aspirasi penambahan kuota ini," ungkap Rohmat.
Menariknya, Rohmat mengungkapkan fakta lapangan bahwa dalam tiga pekan terakhir, pihaknya secara diskresional telah menaikkan kuota di hari-hari tertentu menjadi 1.100 hingga 1.300 orang akibat penyesuaian kebutuhan di lapangan.
Dasar Kajian: Infrastruktur DPSP dan Daya Dukung Lingkungan
Perwakilan asosiasi pariwisata, Budi Widjaja, menegaskan bahwa pelaku usaha sama sekali tidak menolak semangat konservasi. Namun, mereka meminta pemerintah melihat data terbaru pasca penetapan Labuan Bajo sebagai DPSP.
Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo tersebut memaparkan perbandingan data krusial:
- Kajian 2018: Menetapkan rata-rata 1.000 orang/hari (365.000/tahun). Ini dibuat sebelum investasi besar-besaran DPSP masuk.
- Kajian 2022: Memasukkan nilai aktivitas pantai dan snorkeling, menunjukkan daya tampung bisa mencapai 800.000 orang per tahun (sekitar 2.100 - 2.300 orang/hari).
"Tahun 2018 belum ada DPSP. Tahun 2022 sudah ada investasi peningkatan infrastruktur yang otomatis meningkatkan daya dukung dan daya tampung. Jadi, angka 3.000 per hari adalah usulan yang rasional untuk saat ini," kata Budi.
Menanti Titik Tengah
Dari perspektif ekonomi, pembatasan kuota yang terlalu ketat (1.000/hari) berisiko menghambat Return on Investment (ROI) dari investasi infrastruktur masif yang telah dikucurkan pemerintah pusat di Labuan Bajo. Sebaliknya, pembukaan kuota tanpa kendali akan mengancam status World Heritage TN Komodo.
Dukungan Komisi IV DPR RI untuk "naik perlahan" adalah sinyal positif bahwa pemerintah pusat mulai menyadari perlunya relaksasi kebijakan demi menghidupkan ekonomi lokal tanpa mengorbankan ekologi.
Kini, bola panas berada di tangan Kementerian Kehutanan untuk merilis hasil kajian terbaru yang mampu mengakomodasi aspirasi pelaku wisata sekaligus menjaga kelestarian sang naga purba.
(Redaksi)
Ingin menikmati liburan di Labuan Bajo dengan lebih nyaman tanpa kesalahan yang sering terjadi selama perjalanan? Percayakan perencanaan perjalanan Anda pada standar premium Labuan Bajo Holiday.
Pesan paket wisata Labuan Bajo melalui WhatsApp +62 811 3835 366 atau+62 812 9111 1137, atau kunjungi Instagram LABAHO!
Kemenpar Mulai 'Jual' Kedalaman Laut Labuan Bajo ke Investor Global
FLORESTODAY.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Indonesia tampil agresif dalam ajang Asia Dive Expo (ADEX) 2026 di Singapura pada 10–12 April lalu. Partisipasi ini bukan sekadar promosi, melainkan langkah strategis menjaring quality tourism dengan potensi transaksi mencapai Rp7 miliar.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangan resminya di Jakarta (22/4), menyatakan bahwa keterlibatan ini selaras dengan transformasi pariwisata Indonesia yang menitikberatkan pada pengalaman berkualitas dan keberlanjutan.
Labuan Bajo di Garis Depan Paviliun Wonderful Indonesia
Di atas lahan seluas 54 meter persegi, Paviliun Wonderful Indonesia memboyong delapan pelaku industri selam papan atas. Nama-nama besar dari destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, hingga Maratua menjadi daya tarik utama bagi sekitar 15.000 pengunjung yang memadati Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre.
"Kami melibatkan operator liveaboard, dive resort, dan dive center. Keberagaman ini memperkuat narasi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan bawah laut luar biasa," ujar Ni Made Ayu Marthini.
Keterlibatan maskapai Garuda Indonesia di dalam paviliun turut mempermudah akses bagi para penyelam mancanegara untuk langsung merencanakan perjalanan mereka melalui penawaran harga khusus dan informasi konektivitas yang komprehensif.
Prestasi Internasional: Island Tourism of The Year
Prestise Indonesia kian meroket setelah meraih penghargaan bergengsi “Island Tourism of The Year” dalam ajang Blue Legacy Awards 2026. Selain itu, Indonesia didapuk sebagai Official ADEX Dive Destination Partner, yang memberikan ruang promosi eksklusif di media internasional seperti majalah Asian Diver.
Keunggulan ini didukung fakta geografis Indonesia yang berada di kawasan Coral Triangle. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat argumen ini, menunjukkan bahwa 43,32 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tanah air melakukan aktivitas wisata bahari.
Dampak Ekonomi: Wisatawan Berkualitas, Kontribusi Tinggi
Partisipasi di ADEX 2026 tidak hanya menghasilkan citra positif, tetapi juga angka konkret:
- Potensi Transaksi: Mencapai Rp7 miliar.
- Potensi Kunjungan: Tambahan sekitar 500 wisatawan mancanegara segmen khusus.
"Wisata selam adalah segmen quality tourist. Mereka memiliki tingkat pengeluaran yang relatif tinggi, sehingga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah," tegas Ni Made Ayu.
Melalui presentasi bertajuk “Dive Indonesia – Exploring the Ocean, Experiencing Beyond”, Kemenpar bersama pakar selam Michael Sjukrie berhasil meyakinkan audiens global bahwa Indonesia adalah destinasi yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar menyelam, namun sebuah perjalanan gaya hidup yang berkelanjutan.
Bagi Labuan Bajo, kesuksesan di ADEX 2026 ini diprediksi akan meningkatkan okupansi liveaboard dan resort lokal dalam musim selam mendatang, sekaligus memperkuat branding wilayah ini sebagai destinasi selam premium di mata penyelam Singapura dan internasional.
(Redaksi)
Ingin menikmati liburan di Labuan Bajo dengan lebih nyaman tanpa kesalahan yang sering terjadi selama perjalanan? Percayakan perencanaan perjalanan Anda pada standar premium Labuan Bajo Holiday.
Pesan paket wisata Labuan Bajo melalui WhatsApp +62 811 3835 366 atau+62 812 9111 1137, atau kunjungi Instagram LABAHO!
Kemenko Perekonomian Dorong Ekosistem Asuransi di Labuan Bajo
LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR – Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan yang eksponensial, Labuan Bajo kini menghadapi tantangan baru: standarisasi keselamatan.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) secara resmi menekankan pentingnya pengembangan ekosistem asuransi pariwisata sebagai pilar utama perlindungan bagi para pelancong.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Undang-Undang (UU) Kepariwisataan serta Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan jaminan keamanan dan keselamatan di setiap destinasi nasional.
Urgensi di Balik Lonjakan Wisatawan
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menyatakan bahwa asuransi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing.
"Pengembangan ekosistem asuransi pariwisata adalah langkah konkret dalam menjalankan UU maupun Permenpar tersebut," tegas Dida dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Labuan Bajo, Rabu (22/4).
Berdasarkan data Disparekrafbud Manggarai Barat per Januari 2026 , Labuan Bajo mencatatkan pertumbuhan kunjungan yang luar biasa:
- 2021: 60.439 Wisatawan
- 2025: 500.008 Wisatawan
Kenaikan hampir delapan kali lipat dalam empat tahun ini membawa konsekuensi logistik dan risiko yang lebih besar. Penguatan tata kelola risiko yang terintegrasi menjadi mendesak untuk memastikan citra Labuan Bajo tetap terjaga sebagai destinasi kelas dunia.
Menjawab Tantangan Global (TTDI)
Fokus pemerintah terhadap asuransi juga dipicu oleh posisi Indonesia dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024, di mana peringkat safety and security nasional masih tertahan di posisi ke-54. Terlebih lagi, data tahun 2025 menunjukkan adanya peningkatan insiden kecelakaan pariwisata sebesar 28,57%.
Bagi investor dan pelaku industri properti serta perhotelan di Labuan Bajo, integrasi asuransi dalam ekosistem pariwisata akan memberikan dampak positif:
- Peningkatan Kepercayaan Investor: Jaminan keselamatan menurunkan risiko operasional bagi penyedia jasa wisata.
- Standardisasi Layanan: Mewajibkan asuransi secara otomatis mendorong operator (seperti kapal wisata dan pengelola daya tarik wisata) untuk meningkatkan standar keamanan mereka.
- Pariwisata Berkelanjutan: Menciptakan jaring pengaman finansial saat terjadi krisis atau kecelakaan medis di wilayah terpencil.

Pilot Project Labuan Bajo
Pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi Pilot Project asuransi pariwisata ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjadikan wilayah ini sebagai tolok ukur nasional. Dengan ekosistem yang terproteksi, Labuan Bajo diharapkan tidak hanya menjual keindahan alam Komodo, tetapi juga menjual rasa aman bagi setiap jiwa yang datang.
"Keselamatan dan keamanan adalah fondasi utama. Tanpa itu, mustahil kita bisa menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," pungkas Dida.
(Redaksi)
Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki Paksa Bandara Maumere Tutup Dua Hari
FLORESTODAY.COM, MAUMERE – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur kembali berdampak signifikan pada konektivitas udara di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, resmi ditutup sementara mulai Kamis (23/4/2026) hingga Jumat (24/4/2026) akibat sebaran abu vulkanik yang membahayakan keselamatan penerbangan.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Maumere, Partahian Panjaitan, mengonfirmasi bahwa kebijakan ini diambil setelah hasil pantauan menunjukkan material vulkanik telah memasuki jalur udara dan area pendekatan (approach) bandara.
"Penutupan mulai hari ini sampai dengan 24 April 2026 pukul 06.00 WITA sesuai dengan NOTAM Nomor C0487/26 NOTAMN," jelas Partahian dalam keterangan resminya, Kamis (23/4).
Ratusan Penumpang Terdampak
Penutupan ini memaksa pembatalan sejumlah jadwal penerbangan krusial yang menghubungkan Maumere dengan hub transportasi utama di Makassar dan Kupang. Berdasarkan data otoritas bandara, setidaknya 122 calon penumpang terdampak oleh situasi darurat ini.
Adapun rincian penerbangan yang resmi dibatalkan untuk jadwal tanggal 23 hingga 24 April meliputi:
- IW1940 & IW1941: Rute Makassar (UPG) – Maumere (MOF) PP.
- IW1828 & IW1829: Rute Kupang (KOE) – Maumere (MOF) PP.
"Langkah penutupan ini mutlak diambil demi menjamin keselamatan operasional penerbangan. Abu vulkanik sangat berisiko bagi mesin pesawat dan jarak pandang pilot," tambah Partahian.
Kolom Abu Mencapai 1,8 Kilometer
Erupsi terbaru Gunung Lewotobi Laki-laki terpantau terjadi pada Kamis pagi pukul 07.21 WITA. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi, Emanuel Rofinus Bere, melaporkan bahwa kolom abu teramati menyembur setinggi 1.800 meter atau 1,8 km di atas puncak kawah.
"Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong bergerak ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 43 detik," tulis Emanuel dalam laporan teknisnya.

Masyarakat dan calon penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari pihak maskapai dan otoritas bandara. Bagi calon penumpang yang terdampak, disarankan segera melakukan koordinasi terkait prosedur refund atau penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan.
Hingga berita ini diturunkan, status waspada terus diberlakukan mengingat arah angin yang membawa material abu vulkanik masih dinamis dan berpotensi mempengaruhi aktivitas di wilayah Flores lainnya.
(Redaksi)
Menakar Prospek Properti di Labuan Bajo Tahun 2026–2030
FLORESTODAY.COM, LABUAN BAJO – Memasuki periode 2026–2030, Labuan Bajo telah bertransformasi menjadi magnet investasi properti yang paling diperbincangkan di Asia Tenggara.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, dalam keterangan resmi di Jakarta mengatakan, Labuan Bajo memiliki peran strategis dalam ambisi pariwisata Indonesia sebagai pintu gerbang menuju Flores dan Taman Nasional Komodo, yang merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO.
“Inisiatif ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi signifikan di wilayah tersebut, dengan menciptakan lapangan kerja selama tahap konstruksi dan operasional, meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik, serta mendukung pertumbuhan usaha lokal,” ujar Pandu .
Berikut adalah laporan mendalam mengenai posisi strategis dan pemicu utama kenaikan nilai aset di Labuan Bajo.
1. "Mini Bali" Versi Premium: Strategi High-Value, Low-Volume
Berbeda dengan Bali yang kini menjadi mass tourism hub, Labuan Bajo sejak awal didesain sebagai destinasi super prioritas dengan target pasar "high value – low volume".
Sebagai gerbang tunggal menuju Taman Nasional Komodo, kawasan ini memposisikan diri sebagai "Mini Bali" namun dengan eksklusivitas yang lebih terjaga.
Dampaknya terhadap sektor properti sangat nyata:
- Kenaikan Harga Agresif: Karena keterbatasan lahan dan status zonasi yang ketat, harga tanah di area strategis cenderung merangkak naik lebih cepat dibandingkan wilayah lain.
- Dominasi Kelas High-End: Struktur pasar properti di sini condong pada pengembangan vila mewah, resort eksklusif, dan hotel butik yang menawarkan privasi tinggi bagi para pelancong premium.
2. Sinyal Global: Masuknya Institusi Pengelola Dana Besar
Salah satu pemicu utama (trigger) yang akan mendongkrak nilai properti secara signifikan dalam periode 2026–2030 adalah masuknya modal dari institusi raksasa global.
Laporan terbaru menunjukkan adanya pergerakan investasi besar yang dikelola melalui entitas seperti Danantara bekerja sama dengan Sovereign Fund mancanegara, termasuk Qatar Investment Authority (QIA). Fokus investasi mereka meliputi:
- Pengembangan Kawasan Greenfield: Membuka area wisata baru yang sebelumnya belum terjamah menjadi pusat ekonomi hijau.
- Infrastruktur Kelas Dunia: Standarisasi fasilitas yang memenuhi ekspektasi turis mancanegara kelas atas.

Efek Bola Salju
Masuknya Sovereign Wealth Fund (SWF) adalah sinyal valid bagi investor individu maupun korporasi bahwa Labuan Bajo telah masuk dalam radar global secara permanen. Pola yang biasanya terjadi adalah kenaikan harga tanah secara bertahap dalam dua tahun ke depan, yang kemudian akan melonjak tajam saat proyek-proyek infrastruktur tersebut mulai beroperasi penuh.
Bagi para pemilik modal, jendela waktu 2026 hingga 2030 adalah masa transisi krusial. Labuan Bajo tidak lagi hanya menawarkan pemandangan alam, melainkan sebuah instrumen investasi dengan capital gain yang sangat menjanjikan di masa depan.
(Redaksi)



